Ini Berbagai Penyebab Gagalnya Proses Bayi Tabung

      Comments Off on Ini Berbagai Penyebab Gagalnya Proses Bayi Tabung

Ini Berbagai Penyebab Gagalnya Proses Bayi Tabung

Ketika Anda sudah belasan tahun menikah tapi tak kunjung dikaruniai anak, jangan sedih. Masih ada cara untuk hamil yaitu dengan bayi tabung. Proses bayi tabung memang butuh dana hingga puluhan juta Rupiah, namun kebahagiaan saat menimang bayi tentu lebih mahal dari biayanya. Sayangnya, tidak semua proses tersebut berhasil. Ini beberapa penyebab kegagalannya.

Faktor Usia

Berapa umur Anda? Semakin muda usia Anda, maka harus secepatnya mengikuti program bayi tabung. Jika Anda sudah berumur, maka prosesnya akan semakin sulit. Semakin tua usia Anda, maka semakin tua juga usia telur. Jika Anda masih berusia di bawah 35 tahun, maka tingkat keberhasilannya mencapai 45%, tapi jika sudah umur 40-an keberhasilannya hanya 15%.

Jadi setelah 2 tahun menikah dan belum hamil juga, segera periksa ke dokter kandungan. Setelah di-USG akan terlihat, apakah ada masalah pada rahim Anda? Jika tidak ada kista atau tumor, maka biasanya Anda diberi obat penyubur kandungan. Setelah setahun apa Anda masih belum hamil? Segera jadwalkan janji dengan dokter kandungan untuk proses bayi tabung.

Kualitas Sperma yang Buruk

Seringkali pihak wanita yang disalahkan saat tidak kunjung hamil, padahal bisa jadi penyebabnya adalah sperma suaminya yang kualitasnya jelek. Sel sperma bisa menurun kualitasnya karena faktor radikal bebas, bahan kimia, dan juga pengaruh dari tembakau. Jadi, jika Anda ingin hamil, segera suruh suami untuk berhenti merokok.

Respon Ovarium Buruk

Ovarium adalah bagian dari rahim yang memproduksi sel telur. Jika pada proses bayi tabung dan Anda diberi obat namun ovarium tidak merespons, maka persentase untuk hamil akan makin sedikit. Ovarium yang tidak merespons biasanya kadar FSH (follicle stimulating hormon)-nya rendah.

Kualitas Embrio Buruk

Bayi tabung berarti sperma dan sel telur dipertemukan di cawan patri, baru embrionya dimasukkan dalam rahim. Jika embrio tersebut kualitasnya buruk, maka kehamilan batal terjadi. Salah satu cara memperbaiki kualitasnya adalah mengurangi stres dan mengubah gaya hidup. Anda dan suami dilarang merokok, minum minuman keras, dan berendam air panas terlalu lama.

Implantansi Gagal

Implatansi adalah tahapan akhir dari bayi tabung. Embrio berkualitas baik dimasukkan dalam rahim, tapi tak bisa langsung berkembang. Jika di rahim ada polip, kista, atau aliran darahnya kurang lancar, maka kehamilan juga bisa gagal. Untuk mengatasinya, Anda bisa mencoba terapi dengan akupuntur dan mengubah pola makan jadi food combining.

Tak disangka, ternyata proses bayi tabung cukup rumit dan bisa berbuah gagal. Jangan bersedih ketika prosesnya gagal, Anda bisa mencobanya lagi suatu saat. Cobalah untuk mengurangi berat badan dan mengonsumsi buah dan sayuran agar badan lebih sehat. Kualitas sel telur akan naik dan semoga Anda bisa hamil di kesempatan bayi tabung selanjutnya.